
Foto: reuters
Jakarta, tvrijakartanews - Perusahaan rintisan teknologi Spanyol, Neurologyca, mengatakan sistem kecerdasan buatan (AI) Kopernica miliknya dapat memahami apa yang dirasakan manusia atau mendeteksi berbagai kondisi neurologis, dan bahkan mampu melakukannya secara bersamaan untuk banyak orang.
Neurologyca berharap untuk memajukan kecerdasan emosional dalam AI, meningkatkan cara mesin memahami dan berinteraksi dengan manusia.
"Misi kami di sini hanyalah mencoba memanusiakan AI, membuat AI lebih manusiawi, membuat AI lebih memahami komunikasi dengan manusia. Dari sudut pandang empati, dari sudut pandang emosional, dari sudut pandang subjektif," kata Juan Grana, CEO Neurologyca, kepada Reuters di stan perusahaan tersebut pada pameran AI di London.
Mengutip reuters, kopernica menyediakan penilaian kecerdasan emosional secara real-time terhadap siapa pun dalam umpan videonya, yang bertujuan untuk meningkatkan interaksi manusia-mesin.
"Teknologi kami menggunakan perpustakaan lebih dari 13 miliar titik data untuk memetakan emosi manusia ke sinyal video," kata Marc Fernandez, manajer Neurologyca AS.
Kopernica menggunakan kecerdasan multi-moda, termasuk Pemrosesan Bahasa Alami (NLP), pengenalan suara, interpretasi bahasa tubuh, dan analisis data kepribadian, untuk meningkatkan visi komputer dan memberikan pemahaman holistik tentang keadaan emosional individu; dan bahkan kerumunan besar orang.
"Kami sebenarnya dapat mengukur ratusan bahkan ribuan orang pada satu waktu dan mendapatkan sentimen umum dari kerumunan," kata Fernandez.
Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut bahkan dapat membantu mendeteksi kondisi medis tertentu jauh sebelumnya.
"Ketika seseorang lebih mungkin terkena stroke atau pendarahan otak, mereka mulai menunjukkan pola emosi unik yang tidak terlihat oleh mata manusia, tetapi dapat kami tangkap dengan teknologi kami. Dan ada gerakan mikro pada wajah Anda, ada pelebaran pupil. Jadi, kami dapat memprediksi beberapa minggu sebelum kejadian seperti itu terjadi," sambungnya.
Neurologyca tengah berupaya menemukan cara agar kreator teknologi lain dapat dengan mudah menggunakan perangkat mereka dalam aplikasi mereka sendiri, sebagai bagian dari upaya mereka untuk membuat teknologi AI pembaca emosi mereka tersedia secara lebih luas melalui Kopernica, yang menekankan privasi dan AI yang etis.
"Kami tidak pernah mengambil data pengenal pribadi apa pun. Dan semua data ini dipetakan ke angka acak yang terus berubah," imbuh Fernandez.
Sistem ini telah digunakan di berbagai bidang seperti perawatan kesehatan, pendidikan, keamanan, dan pertahanan.